"Selamat Datang Di Kinabi Poetra | Blog"

5 Agu 2026

Menggunakan cara membaca lateral untuk mengevaluasi informasi digital yang kompleks

,
Membaca Bermakna & Membaca Lateral
Logo SMA Negeri 1 Tilango SMA Negeri 1 Tilango  ·  Kab. Gorontalo
Informatika  ·  Kelas XII  ·  Fase F

Membaca Bermakna & Membaca Lateral

Menyaring informasi digital yang kompleks — dari judul yang memancing emosi hingga konten buatan kecerdasan artifisial — dengan sikap kritis dan bertanggung jawab.

Sumber asli
Rekam jejak penulis
Liputan lain
Situs cek fakta
1

Membaca bermakna: lebih dari sekadar membaca

Membaca bermakna (meaningful reading) tidak berhenti pada memahami kata demi kata. Pembaca yang bermakna menelusuri makna, konteks, sudut pandang, dan tujuan di balik sebuah teks — sebab banyak konten digital dirancang untuk memancing emosi (marah, takut, penasaran) melalui judul atau tampilan provokatif yang tidak mencerminkan isi sebenarnya.

Empat pertanyaan pembaca kritis

  • Siapa yang menulis teks ini?
  • Mengapa teks ini dibuat?
  • Apa yang ingin dicapai penulisnya?
  • Adakah informasi yang ditonjolkan atau disembunyikan?
2

Ciri-ciri informasi digital yang kompleks

5 pola yang perlu diwaspadai
Judul

Clickbait

Judul sensasional atau provokatif untuk memancing rasa penasaran, namun isinya sering tak sesuai judul.

Sudut pandang

Bias & framing

Penyajian yang hanya menonjolkan satu sisi atau membingkai fakta untuk menggiring opini pembaca.

Penyamaran

Opini sebagai fakta

Pendapat pribadi penulis disampaikan seolah-olah merupakan kebenaran objektif.

Kesengajaan

Hoaks (disinformasi)

Informasi yang sengaja dibuat keliru atau menyesatkan untuk kepentingan politik, ekonomi, atau sensasi.

Kecerdasan artifisial

Konten hasil AI

Teks, gambar, atau video buatan AI yang bisa terlihat sangat meyakinkan, padahal belum tentu nyata.

Akibat

Menyesatkan pembaca

Kelima pola di atas sama-sama mengarahkan pembaca untuk percaya tanpa memeriksa lebih dahulu.

3

Membaca lateral: verifikasi dengan keluar dari halaman

Membaca lateral adalah teknik verifikasi dengan cara "keluar" dari sumber asal — membuka tab-tab baru — untuk mencari pembanding, alih-alih hanya menilai kredibilitas dari tampilan satu halaman (membaca vertikal). Teknik ini digunakan oleh pemeriksa fakta profesional karena terbukti lebih efektif.

01

Buka tab baru

Saat menemukan informasi meragukan, jangan hanya menilai dari satu halaman.

02

Telusuri rekam jejak

Periksa reputasi penulis, situs, atau akun yang mempublikasikan informasi.

03

Cari liputan lain

Bandingkan dengan media atau sumber lain mengenai topik yang sama.

04

Gunakan situs cek fakta

Manfaatkan Mafindo, CekFakta.com, atau TurnBackHoax.id untuk verifikasi.

05

Perhatikan tanggal

Informasi lama yang dibagikan ulang tanpa konteks dapat menyesatkan.

Catatan: lima langkah ini bukan urutan yang kaku — semuanya bisa dilakukan bolak-balik selama proses verifikasi.
4

Kriteria evaluasi kredibilitas

Sumber / penulis

Berasal dari lembaga atau penulis yang kredibel dan berkompeten di bidangnya?

Kemutakhiran

Masih relevan dan sesuai perkembangan terbaru?

Objektivitas

Disampaikan berimbang, atau mengandung opini/bias tertentu?

Cross-check

Didukung sumber lain yang independen dan tepercaya?

5

Tantangan konten hasil AI

Realistis, belum tentu nyata

Gambar, video, dan teks hasil AI dapat terlihat sangat realistis sehingga sulit dibedakan dari konten asli hanya dengan melihat sekilas. Tetap terapkan membaca lateral: telusuri apakah konten serupa pernah dimuat di sumber tepercaya, atau gunakan alat verifikasi gambar/video jika tersedia — sebelum mempercayai kebenarannya.

6

Etika mengonsumsi & menyebarkan informasi digital

Tidak langsung membagikan informasi sebelum memastikan kebenarannya melalui membaca lateral.

Mencantumkan sumber rujukan yang jelas apabila mengutip atau membagikan informasi.

Bersikap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh judul atau tampilan yang sensasional.

Menjaga ruang digital yang sehat dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Read more →

Mengevaluasi kebenaran konten menggunakan verifikasi teks, gambar, dan video

,
Berkas Kasus: Kebenaran Digital
Logo SMAN 1 Tilango
SMA NEGERI 1 TILANGO
Kabupaten Gorontalo — “Sekolah Idaman”
MAPEL: INFORMATIKA
KELAS XII · FASE F
Berkas Literasi Digital

MENGUNGKAP
KEBENARAN KONTEN

Verifikasi teks, gambar, dan video di dunia digital — agar kita tidak mudah terjebak hoaks, disinformasi, dan misinformasi.

PERIKSA
SEBELUM
PERCAYA
Di era digital, informasi menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial dan internet — namun tidak semua bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemampuan memverifikasi konten menjadi kecakapan penting literasi digital agar kita tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
01
Empat Berkas IstilahKenali sebelum menilai
Sengaja · Menipu

Hoaks

Informasi palsu yang sengaja dibuat untuk mengecoh atau menipu pembaca agar memercayai sesuatu yang tidak benar.

Sengaja · Bertujuan

Disinformasi

Informasi salah yang disebarkan secara sengaja dengan tujuan tertentu, misalnya memengaruhi opini publik.

Tidak Sengaja

Misinformasi

Informasi salah yang disebarkan tanpa niat menipu — pelakunya sendiri tidak menyadari kekeliruannya.

Fakta · Merugikan

Malinformasi

Informasi yang benar/berdasarkan fakta, tetapi disebarkan untuk merugikan pihak tertentu, misalnya membocorkan data pribadi.

02
Verifikasi Konten TeksMembaca berita seperti detektif

Sebelum memercayai atau membagikan sebuah tulisan/berita, telusuri lima jejak berikut.

  • 1
    Telusuri sumber asliApakah berasal dari media/lembaga resmi, atau akun anonim yang tidak jelas?
  • 2
    Periksa kelengkapan dataNama penulis, tanggal publikasi, dan data pendukung dalam tulisan.
  • 3
    Cross-checkBandingkan dengan beberapa sumber tepercaya lain untuk melihat konsistensi berita.
  • 4
    Gunakan situs cek faktaMisalnya Cekfakta.com, Turnbackhoax.id, atau kompas.com/cek-fakta.
  • 5
    Cermati judul & isiJudul provokatif atau bombastis (clickbait) patut dicurigai kebenarannya.
03
Verifikasi Konten GambarMengendus gambar hasil editan

Gambar yang beredar bisa jadi hasil manipulasi atau foto lama dengan konteks yang keliru. Empat teknik pengecekan:

Reverse Image SearchGunakan Google Lens atau TinEye untuk menemukan sumber asli & waktu unggah pertama.
Cek MetadataMetadata gambar (bila tersedia) menunjukkan kapan & dengan perangkat apa gambar diambil.
Kenali Tanda ManipulasiPencahayaan/bayangan tidak konsisten, proporsi objek janggal, tepi gambar tidak alami.
Bandingkan Versi AsliCek apakah ada bagian yang ditambah, dihapus, atau diubah konteksnya.
04
Verifikasi Konten VideoWaspada video deepfake

Deepfake adalah video hasil rekayasa AI sehingga tampak seperti seseorang mengatakan/melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Telusuri Akun PengunggahPeriksa akun/kanal resmi dan rekam jejak (kredibilitas) akun tersebut.
Reverse Search ThumbnailLakukan pencarian gambar terbalik pada cuplikan/thumbnail video.
Kenali Ciri DeepfakeGerakan bibir tak sinkron dengan suara, ekspresi wajah kaku, pencahayaan wajah tak konsisten.
Cross-check Berita ResmiManfaatkan alat verifikasi video & bandingkan dengan pemberitaan resmi terkait.
05
Etika Menyebarkan InformasiKode etik warga digital
1

Verifikasi dulu, baru bagikan

Tidak menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya melalui proses verifikasi.

2

Cantumkan sumber rujukan

Selalu sertakan sumber yang jelas ketika membagikan sebuah informasi.

3

Bersikap kritis

Tidak mudah terpancing emosi oleh judul atau konten yang provokatif.

4

Berani mengoreksi diri

Meminta maaf apabila terlanjur membagikan informasi yang keliru.

SMA NEGERI 1 TILANGO · INFORMATIKA FASE F BERKAS: LITERASI DIGITAL / KELAS XII
Read more →

4 Mei 2026

PENGUMUMAN KELULUSAN SMA NEGERI 1 TILANGO 2025/2026

,
Kelulusan SMA Negeri 1 Tilango 2025/2026

Pengumuman Kelulusan Siswa

SMA Negeri 1 Tilango

Tahun Pelajaran 2025/2026

Menuju Waktu Pengumuman:

00 Hari
00 Jam
00 Menit
00 Detik
© 2026 SMAN 1 Tilango - LABKom Team
Read more →

26 Agu 2025

Biografi Martin Cooper Penemu Telpon Genggam

,



Martin Cooper(lahir 26 Desember 1928) adalah seorang penemu, insinyur Amerika Serikat. Ia adalah pionir dalam industri komunikasi nirkabel, khususnya dalam manajemen spektrum radio, dengan sebelas paten dalam bidang tersebut.


 


Sumber Artike Wikipedia
Read more →

Biografi Tim Berners-Lee (Penemu World Wide Web)

,


Sir Timothy John "Tim" Berners-Lee, KBE (TimBL atau TBL) (lahir 8 Juni 1955) adalah penemu World Wide Web dan ketua Konsorsium World Wide Web yang mengatur perkembangannya.


Pada 1980, ketika masih seorang kontraktor bebas di CERN, Berners-Lee mengajukan sebuah proyek yang berbasiskan konsep hiperteks (hypertext) untuk memfasilitasi pembagian dan pembaruan informasi di antara para peneliti. Dengan bantuan dari Robert Cailliau dia menciptakan sistem prototipe bernama Enquire.


Setelah meninggalkan CERN untuk bekerja di John Poole's Image Computer Systems Ltd, dia kembali pada 1984 sebagai seorang rekan peneliti. Dia menggunakan ide yang mirip yang telah dia gunakan pada Enquire untuk menciptakan World Wide Web, di mana dia mendesain dan membangun browser yang pertama (bernama WorldWideWeb dan dikembangkan dalam NeXTSTEP) dan server web pertama yang bernama httpd.


Situs web pertama yang dibuat Berners-Lee (dan oleh karena itu ia juga merupakan situs web pertama) beralamat di http://info.cern.ch/ (telah diarsip) dan dimasukkan online untuk pertama kalinya pada 6 Agustus 1991.


Pada 1994, Berners-Lee mendirikan World Wide Web Consortium (W3C) di Institut Teknologi Massachusetts.


Hingga kini, Berners-Lee masih tetap rendah hati dan tidak berkeinginan untuk mendapatkan status populer. Banyak yang masih tidak mengetahui kekuatan karya pria ini, World Wide Web.


Salah satu kontribusi terbesarnya dalam memajukan World Wide Web adalah dengan tidak mempatenkannya sehingga masih dapat digunakan secara bebas.


Pada 16 Juli 2004 dia diberi gelar kehormatan KBE oleh Ratu Elizabeth II sebagai penghormatan atas jasa-jasanya.

Pada tahun 1989, saat bekerja di di CERN, Laboratorium Fisika Partikel Eropa di Jenewa, Swiss, Tim Berners-lee mengusulkan proyek hypertext global, dikenal sebagai World Wide Web. Berdasarkan sebelumnya "Enquire" bekerja, ia dirancang untuk memungkinkan orang untuk bekerja sama dengan menggabungkan pengetahuan mereka dalam web dokumen hypertext. Dia menulis World Wide Web server pertama, "httpd", dan klien pertama, "WorldWideWeb" apa-kau-lihat-ini-apa-kau-mendapatkan peramban hypertext/Editor yang berlari di lingkungan NeXTStep. Pekerjaan ini dimulai pada bulan Oktober 1990, dan program "WorldWideWeb" pertama kali dibuat tersedia dalam CERN pada bulan Desember, dan di Internet pada umumnya pada musim panas 1991.


Melalui 1991 dan 1993, Tim terus bekerja pada desain Web, koordinasi umpan balik dari pengguna di Internet. Spesifikasi awalnya URI, HTTP dan HTML yang disempurnakan dan dibahas di kalangan yang lebih besar seperti penyebaran teknologi Web.


Tim Berners-Lee lulus dari Universitas Queen di Oxford University, Inggris, 1976 Sementara di sana ia membangun komputer pertama dengan solder besi, gerbang TTL, prosesor M6800 dan televisi tua.


Dia menghabiskan dua tahun dengan Plessey Telecommunications Ltd (Poole, Dorset, Inggris) produsen peralatan utama UK Telecom, bekerja pada sistem terdistribusi transaksi, relay pesan, dan teknologi bar code.


Pada tahun 1978 Tim meninggalkan Plessey untuk bergabung DG Nash Ltd (Ferndown, Dorset, Inggris), di mana ia menulis antara software hal-hal typesetting lainnya untuk printer cerdas, dan sistem operasi multitasking.


Setahun setengah dihabiskan sebagai konsultan independen termasuk tugas (Jun-Desember 1980) enam bulan sebagai insinyur perangkat lunak konsultan di CERN. Sementara di sana, ia menulis untuk penggunaan pribadi sendiri Program pertamanya untuk menyimpan informasi termasuk menggunakan asosiasi acak. Dinamakan "Enquire" dan tidak pernah dipublikasikan, program ini membentuk dasar konseptual untuk pengembangan masa depan dari World Wide Web.


Dari tahun 1981 sampai 1984, Tim bekerja di John Poole Citra Computer Systems Ltd, dengan tanggung jawab desain teknis. Bekerja di sini termasuk real time kontrol firmware, grafis dan perangkat lunak komunikasi, dan bahasa makro generik. Pada tahun 1984, ia mengambil sebuah persahabatan di CERN, untuk bekerja pada sistem terdistribusi real-time untuk akuisisi data ilmiah dan sistem kontrol. Antara lain, dia bekerja pada perangkat lunak sistem FASTBUS dan merancang sebuah sistem panggilan prosedur heterogen terpencil.


Pada tahun 1994, Tim mendirikan World Wide Web Consortium di kemudian Laboratorium Ilmu Komputer (LCS) yang bergabung dengan Artificial Intelligence Lab pada tahun 2003 untuk menjadi Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan Laboratorium (CSAIL) di Massachusetts Institute of Technology (MIT) . Sejak saat itu ia menjabat sebagai Direktur World Wide Web Consortium organisasi standar Web yang mengembangkan teknologi interoperable (spesifikasi, pedoman, perangkat lunak, dan alat-alat) untuk memimpin Web secara maksimal. Konsorsium memiliki situs tuan rumah yang terletak di MIT, di ERCIM di Eropa, dan di Universitas Keio di Jepang serta Kantor di seluruh dunia.


Pada tahun 1999, ia menjadi pemegang pertama dari kursi 3Com Pendiri. Pada tahun 2008 ia diangkat 3COM Pendiri Profesor Teknik di Sekolah Teknik, dengan janji bersama di Departemen Teknik Elektro dan Ilmu Komputer di CSAIL di mana ia juga mengepalai Informasi Desentralisasi Group (DIG). Pada bulan Desember 2004 ia diangkat menjadi Profesor di Departemen Ilmu Komputer di University of Southampton, Inggris. Dia adalah co-Direktur Web Ilmu Trust, diluncurkan pada tahun 2006 sebagai Web Science Research Initiative, untuk membantu menciptakan tubuh penelitian multidisiplin pertama yang meneliti World Wide Web dan menawarkan solusi praktis yang diperlukan untuk membantu memandu penggunaan dan desain masa depan. Dia adalah Direktur World Wide Web Foundation, dimulai pada 2008 untuk mendanai dan mengkoordinasikan upaya-upaya untuk memajukan potensi Web untuk manfaat kemanusiaan.


Pada bulan Juni 2009 lalu Perdana Menteri Gordon Brown mengumumkan bahwa ia akan bekerja sama dengan Pemerintah Inggris untuk membantu membuat data lebih terbuka dan dapat diakses di Web, membangun karya Kekuatan Informasi Task Force. Sir Tim adalah anggota dari The Sektor Publik Transparansi Dewan bertugas untuk mendorong maju agenda transparansi Pemerintah Inggris. Dia telah mempromosikan data pemerintah terbuka secara global, adalah anggota Dewan Transparansi Inggris. Dia adalah Presiden Data Terbuka Institute di Inggris.


Dia adalah penulis, dengan Mark Fischetti, buku "Weaving the Web" pada masa sekarang masa lalu dan masa depan Web.


Pada 18 Maret 2013, Tim, bersama dengan Vinton Cerf, Robert Kahn, Louis Pouzin dan Marc Andreesen, dianugerahi Ratu Elizabeth Prize for Engineering untuk "tanah-melanggar inovasi dalam rekayasa yang telah memberikan manfaat global untuk kemanusiaan."

Read more →

6 Jul 2025

Peristiwa Sejarah Karbala dalam Pandangan Ahlus Sunnah

,

MASIH banyak kaum muslimin di negeri ini yang belum memahami peristiwa syahidnya Husein bin Ali, cucu Rasulullah ﷺ di Padang Karbala dengan benar. Sebagian kaum muslimin menjadikan tulisan orang-orang Syiah tentang peristiwa Karbala ini sebagai rujukan.



Maka penting sekali untuk kita kaji peristiwa Karbala ini dalam perspektif Ahlus Sunnah wal Jama’ah, agar kita mengetahui yang sebenarnya dengan menjadikan kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai rujukan.


Penyebab Husein Bin Ali Berangkat ke Iraq


Pada tahun 60 H, ketika Muawiyah bin Abu Sufyan wafat, penduduk Iraq mendengar kabar bahwa Husein bin Ali belum berbaiat kepada Yazid bin Muawiyah. Maka orang-orang Iraq mengirimkan utusan kepada Husein yang membawakan baiat mereka secara tertulis kepadanya.


Penduduk Iraq tidak ingin kalau Yazid bin Muawiyah yang menjadi khalifah, bahkan mereka tidak menginginkan Muawiyah, Utsman, Umar, dan Abu Bakar menjadi khalifah, yang mereka inginkan adalah Ali dan anak keturunannya menjadi pemimpin umat Islam. Melalui utusan tersebut sampailah 500 pucuk surat lebih yang menyatakan akan membaiat Husein sebagai khalifah.


Setelah surat itu sampai di Makkah, Husein tidak terburu-buru membenarkan isi surat itu. Ia mengirimkan sepupunya, Muslim bin Aqil, untuk meneliti kebenaran kabar baiat ini.


Sesampainya Muslim di Kufah, ia menyaksikan banyak orang yang sangat menginginkan Husein menjadi khalifah. Lalu mereka membaiat Husein melalui perantara Muslim bin Aqil. Baiat itu terjadi di kediaman Hani bin Urwah.


Kabar ini akhirnya sampai ke telinga Yazid bin Muawiyah di ibu kota kekhilafahan Bani Umayyah di Syam, lalu ia mengutus Ubaidullah bin Ziyad menuju Kufah untuk mencegah Husein masuk ke Iraq dan meredam pemberontakan penduduk Kufah terhadap otoritas kekhilafahan.


Saat Ubaidullah bin Ziyad tiba di Kufah, masalah ini sudah sangat memanas. Ia terus menanyakan perihal ini hingga akhirnya ia mengetahui bahwa kediaman Hani bin Urwah adalah sebagai tempat berlangsungnya pembaiatan dan di situ juga Muslim bin Aqil tinggal.


Ubaidullah menemui Hani bin Urwah dan menanyakannya tentang gejolak di Kufah. Ubaidullah ingin mendengar sendiri penjelasan langsung dari Hani bin Urwah walaupun sebenarnya ia sudah tahu tentang semua kabar yang beredar.


Dengan berani dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga Nabi (Muslim bin Aqil adalah keponakan Nabi ﷺ), Hani bin Urwah mengatakan, “Demi Allah, sekiranya Muslim bin Aqil bersembunyi di kedua telapak kakiku ini, aku tidak akan memberitahukannya kepadamu!” Ubaidullah lantas memukulnya dan memerintahkan agar ia ditahan.


Mendengar kabar bahwa Ubaidullah memenjarakan Hani bin Urwah, Muslim bin Aqil bersama 4000 orang yang membaiatnya mengepung istana Ubaidullah bin Ziyad. Pengepungan itu terjadi di siang hari.


Ubaidullah bin Ziayd merespon ancaman Muslim dengan mengatakan akan mendatangkan sejumlah pasukan dari Syam. Ternyata gertakan Ubaidullah membuat takut pembela Husein ini.


Mereka pun berkhianat dan berlari meninggalkan Muslim bin Aqil hingga tersisa 30 orang saja yang bersama Muslim bin Aqil, hingga ketika matahari hampir terbenam, yang tersisa hanya tinggal Muslim bin Aqil seorang diri.


Muslim pun akhirnya ditangkap dan Ubaidullah memerintahkan agar ia dibunuh. Sebelum dieksekusi, Muslim meminta izin untuk mengirim surat kepada Husein, keinginan terakhirnya dikabulkan oleh Ubaidullah bin Ziyad.


Isi surat Muslim kepada Husein adalah :


“Pergilah, pulanglah kepada keluargamu! Jangan engkau tertipu oleh penduduk Kufah. Sesungguhnya penduduk Kufah telah berkhianat kepadamu dan juga kepadaku. Para pendusta itu tidak memiliki prinsip, pandangan dan komitmen dalam perjuangan ini.”


Muslim bin Aqil pun dibunuh pada Hari Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah tahun 60 H. Husein berangkat dari Makkah menuju Kufah di hari tarwiyah.


Banyak para sahabat Nabi menasihatinya agar tidak pergi ke Kufah. Di antara yang menasihatinya adalah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Abu Sa’id Al-Khudri, Abdullah bin Amr, saudara tiri Husein, Muhammad Al-Hanafiyah dll.


Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan:


“Sesungguhnya aku adalah seorang penasihat untukmu, dan aku sangat menyayangimu. Telah sampai berita bahwa orang-orang yang mengaku sebagai pembelamu di Kufah menulis surat kepadamu. Mereka mengajakmu untuk bergabung bersama mereka, janganlah engkau pergi bergabung bersama mereka karena aku mendengar ayahmu -Ali bin Abi Thalib- mengatakan tentang penduduk Kufah, “Demi Allah, aku bosan dan benci kepada mereka, demikian juga mereka bosan dan benci kepadaku. Mereka tidak memiliki sikap memenuhi janji sedikit pun. Niat dan kesungguhan mereka tidak ada dalam suatu permasalahan, mereka sangat mudah sekali berubah. Mereka juga bukan orang-orang yang sabar ketika menghadapi pedang, mereka semua adalah penakut”.”


Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Aku hendak menyampaikan kepadamu beberapa kalimat. Sesungguhnya Jibril datang kepada Nabi ﷺ. Kemudian memberikan dua pilihan kepada beliau antara dunia dan akhirat, maka beliau memilih akhirat dan tidak mengiginkan dunia. Engkau adalah darah dagingnya, demi Allah tidaklah Allah memberikan atau menghindarkan kalian wahai Ahlul Bait dari suatu hal, kecuali hal itu adalah yang terbaik untuk kalian”.


Husein tetap enggan membatalkan keberangkatannya. Abdullah bin Umar pun menangis, lalu mengatakan, “Aku titipkan engkau kepada Allah dari pembunuhan.”


Setelah meneruskan keberangkatannya, datanglah kabar kepada Husein tentang tewasnya Muslim bin Aqil. Husein pun sadar bahwa keputusannya ke Iraq keliru, dan ia hendak pulang menuju Makkah atau Madinah, namun anak-anak Muslim mengatakan, “Janganlah engkau pulang, sampai kita menuntut hukum atas terbunuhnya ayah kami.”


Karena menghormati Muslim dan berempati terhadap anak-anaknya, Husein akhirnya tetap berangkat menuju Kufah dengan tujuan menuntut hukuman bagi pembunuh Muslim. Bersamaan dengan itu Ubaidullah bin Ziyad telah mengutus Al-Hurru bin Yazid At-Tamimi dengan membawa 1000 pasukan untuk menghadang Husein agar tidak memasuki Kufah.


Bertemulah Al-Hurru dengan Husein di Qadisiyah, ia mencoba menghalangi Husein agar tidak masuk ke Kufah. Husein mengatakan, “Celakalah ibumu, menjauhlah dariku.”


Al-Hurru menjawab, “Demi Allah, kalau saja yang mengatakan itu adalah orang selainmu akan aku balas dengan menghinanya dan menghina ibunya, tapi apa yang akan aku katakan kepadamu, ibumu adalah wanita yang paling mulia, radhiyallahu ‘anha.”


Detik-detik Syahidnya Hussein di Karbala


Saat Husein menginjakkan kakinya di daerah Karbala, tibalah 4000 pasukan lainnya yang dikirim oleh Ubaidullah bin Ziyad dengan pimpinan pasukan Umar bin Sa’ad. Husein mengatakan, “Apa nama tempat ini?” Orang-orang menjawab, “Ini adalah daerah Karbala.” Kemudian Husein menanggapi, “Karbun (musibah) dan bala! (bencana).”


Melihat pasukan dalam jumlah yang sangat besar, Husein radhiyallahu ‘anhu menyadari tidak ada peluang baginya. Lalu ia mengatakan, “Aku ada dua alternatif pilihan, (1) kalian mengawal (menjamin keamananku) pulang atau (2) kalian biarkan aku pergi menghadap Yazid di Syam.


Engkau pergi menghadap Yazid, tapi sebelumnya aku akan menghadap Ubaidullah bin Ziyad terlebih dahulu kata Umar bin Sa’ad. Ternyata Ubaidullah menolak jika Husein pergi menghadap Yazid, ia menginginkan agar Husein ditawan menghadapnya. Mendengar hal itu Husein menolak untuk menjadi tawanan.



Terjadilah peperangan yang sangat tidak imbang antara 73 orang di pihak Husein berhadapan dengan 5000 pasukan Iraq. Kemudian 30 orang pasukan Iraq dipimpin oleh Al-Hurru bin Yazid At-Tamimi membelot dan bergabung dengan Husein.


Peperangan di Karbala yang tidak imbang itu menewaskan semua orang yang mendukung Husein, hingga tersisa Husein seorang diri. Orang-orang Kufah merasa takut dan segan untuk membunuhnya, masih tersisa sedikit rasa hormat mereka kepada darah keluarga Nabi Muhammad ﷺ.


Namun ada seorang laki-laki yang bernama Amr bin Dzil Jausyan -semoga Allah menghinakannya- melemparkan panah lalu mengenai Husein hingga terjatuh, lalu orang-orang mengeroyoknya. Husein akhirnya syahid, semoga Allah meridhainya.


Ada yang mengatakan Amr bin Dzil Jausyan lah yang memotong kepala Husein sedangkan dalam riwayat lain, orang yang memenggal kepala Husein adalah Sinan bin Anas, Allahu a’lam. Yang perlu kita ketauhi bahwasanya Ubaidullah bin Ziyad, Amr bin Dzil Jausyan, dan Sinan bin Anas adalah pembela Ali (Syiah nya Ali) di Perang Shiffin.


Ini adalah sebuah kisah pilu yang sangat menyedihkan, celaka dan terhinalah orang-orang yang turut serta dalam pembunuhan Husein dan Ahlul Bait yang bersamanya. Bagi mereka kemurkaan dari Allah. Semoga Allah merahmati dan meridhai Husein dan orang-orang yang tewas bersamanya.


Di antara ahlul bait yang terbunuh bersama Husein adalah :


Anak-anak Ali bin Abi Thalib: Abu Bakar, Muhammad, Utsman, Ja’far, dan Abbas.

Anak-anak Husein bin Ali: Ali Al-Akbar dan Abdullah.

Anak-anak Hasan bin Ali: Abu Bakar, Abdullah, Qosim.

Anak-anak Aqil bin Abi Thalib: Ja’far, Abdullah, Abdurrahman, dan Abdullah bin Muslim bin Aqil.

Anak-anak dari Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib: ‘Aun dan Muhammad.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bawasanya Jibril datang kepada Nabi yang mulia ﷺ, Jibril mengatakan, “Apakah engkau mencintai Husein wahai Muhammad?” Nabi menjawab, “Tentu” Jibril melanjutkan, “Sesungguhnya umatmu akan membunuhnya. Kalau engkau mau, akan aku tunjukkan tempat dimana ia akan terbunuh.” Kemudian Nabi diperlihatkan tempat tersebut, sebuah tempat yang dinamakan Karbala. (HR. Ahmad dalam Fadhailu Ash-Shahabah).


Sikap Para Sahabat terhadap Kepergian Husein ke Iraq


Tidak ada kemaslahatan dalam hal dunia maupun akhirat dari sikap Husein radhiyallahu ‘anhu yang keluar menuju Iraq. Oleh karena itu, banyak Sahabat Nabi yang berusaha mencegahnya dan melarangnya berangkat ke Iraq.


Husein pun menyadari hal itu dan ia sempat hendak pulang, namun anak-anak Muslim bin Aqil memintanya mengambil sikap atas terbunuhnya ayah mereka. Husein dengan penuh tanggung jawab tidak lari dari permasalahan ini. Dari peristiwa ini tampaklah kezhaliman dan kesombongan orang-orang Kufah terhadap Ahlul Bait Nabi ﷺ.


Sekiranya Husein radhiyallahu ‘anhu menuruti nasihat para sahabat tentu tidak terjadi peristiwa ini, akan tetapi Allah telah menetapkan takdirnya.


Sikap Kita


Kematian Husein bin Ali radhiyallahu ‘anhuma adalah kesedihan. Natum tidak boleh diratapi dengan memukul-mukul pipi, merobek-robek pakaian, atau bentuk ratapan yang semisalnya apalagi dengan melukai diri. Nabi ﷺ bersabda:


لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ


“Bukanlah bagian dari umatku, orang yang menampar-nampar pipi (ketika ditimpa kematian), merobek-robek baju dan meratapi mayat sebagaimana ratapannya orang-orang jahiliyah.” (HR. Al-Bukhari & Muslim).


Seorang muslim yang baik, apabila mendengar musibah kematian hendaknya ia mengatakan sebuah kalimat yang Allah tuntunkan dalam firman-Nya:


الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِله وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعونَ


“Orang-orang yang apabila mereka ditimpa musibah, mereka mengtakan sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami akan kembali.” (QS. Al-Baqarah (2) : 155)


Tidak pernah diriwayatkan bahwa Ali bin Husein atau putranya Muhammad, atau Ja’far Ash-Shadiq atau Musa bin Ja’far rahimahumullahu ta’ala, para imam dari kalangan Ahlul Bait maupun selain mereka pernah memukul-mukul pipi mereka. Atau merobek-robek pakaian atau berteriak-teriak, dalam rangka meratapi kematian Husein. Tirulah mereka kalau engkau tidak bisa serupa dengan mereka, karena meniru orang-orang yang mulia itu adalah kemuliaan.


Kita tidak sama dengan orang-orang yang mengaku Syiah (atau mengaku sebagai pembela Husein), pada hari ini. Di mana merusak anggota tubuh, memukul kepala dan tubuh dengan pedang dan rantai, mereka katakan kami bangga menyucurkan darah bersama Husein.


Posisi Yazid bin Muawiyah dalam Peristiwa Karbala 


Dalam permasalahan ini, Yazid sama sekali tidak turut campur. Kita mengatakan hal ini bukan untuk membela Yazid tetapi hanya untuk mendudukan permasalahan yang sebenarnya.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,  Yazid bin Muawiyah tidak memerintahkan untuk membunuh Husein. Ini adalah kesepatakan para ahli sejarah. Yazid hanya memerintahkan Ubaidullah bin Ziyad agar mencegah Husein untuk memasuki wilayah Iraq.


Ketika Yazid mendengar tewasnya Husein, Yazid pun terkejut dan menangis. Setelah itu Yazid memuliakan keluarga Husein dan mengamankan anggota keluarga yang tersisa sampai ke daerah mereka.

Adapun riwayat yang menyatakan bahwa Yazid merendahkan perempuan-perempuan Ahlul Bait lalu membawa mereka ke Syam, ini adalah riwayat yang batil. Bani Umayyah (keluarga Yazid) selalu memuliakan Bani Hasyim (keluarga Rasulullah ﷺ).


Sebelumnya Yazid telah mengirim surat kepada Husein ketika di Makkah, ternyata saat surat itu tiba Husein telah berangkat menuju Iraq. Surat itu berisikan syair dari Yazid untuk melunakkan hati Husein agar tidak berangkat ke Iraq dan Yazid juga menyatakan kedekatan kekerabatan mereka.


Bibi Yazid, Ummu Habibah adalah istri Rasulullah dan kakek Yazid dan Husein adalah saudara kembar.


Tidak ada riwayat yang shahih yang menyatakan bahwa kepala Husein dikirim kepada Yazid di Syam. Husein wafat di Karbala dan kepalanya didatangkan kepada Ubaidullah bin Ziyad. Tidak diketahui dimana makamnya dan makam kepalanya. Wallahu Ta’ala A’lam.*


Penulis pengkaji dan pemerhati sejarah peradaban Islam, pendiri PP Darul Iman Bandung Barat. Sumber diambil dari Kitab Hiqbah min At-Tarikh (Syeikh Dr. Utsman Al-Khamis), Mausu’ah Al-Hasan wa Al-Husain Radhiyallahu ‘Anhuma,  (Dr. Hasan Al-Husain) dan  Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah (Ibnu Katsir)


Sumber Artikel


Read more →
Diberdayakan oleh Blogger.