Kabupaten Gorontalo — “Sekolah Idaman”
KELAS XII · FASE F
MENGUNGKAP
KEBENARAN KONTEN
Verifikasi teks, gambar, dan video di dunia digital — agar kita tidak mudah terjebak hoaks, disinformasi, dan misinformasi.
SEBELUM
PERCAYA
Hoaks
Informasi palsu yang sengaja dibuat untuk mengecoh atau menipu pembaca agar memercayai sesuatu yang tidak benar.
Disinformasi
Informasi salah yang disebarkan secara sengaja dengan tujuan tertentu, misalnya memengaruhi opini publik.
Misinformasi
Informasi salah yang disebarkan tanpa niat menipu — pelakunya sendiri tidak menyadari kekeliruannya.
Malinformasi
Informasi yang benar/berdasarkan fakta, tetapi disebarkan untuk merugikan pihak tertentu, misalnya membocorkan data pribadi.
Sebelum memercayai atau membagikan sebuah tulisan/berita, telusuri lima jejak berikut.
- 1Telusuri sumber asliApakah berasal dari media/lembaga resmi, atau akun anonim yang tidak jelas?
- 2Periksa kelengkapan dataNama penulis, tanggal publikasi, dan data pendukung dalam tulisan.
- 3Cross-checkBandingkan dengan beberapa sumber tepercaya lain untuk melihat konsistensi berita.
- 4Gunakan situs cek faktaMisalnya Cekfakta.com, Turnbackhoax.id, atau kompas.com/cek-fakta.
- 5Cermati judul & isiJudul provokatif atau bombastis (clickbait) patut dicurigai kebenarannya.
Gambar yang beredar bisa jadi hasil manipulasi atau foto lama dengan konteks yang keliru. Empat teknik pengecekan:
Deepfake adalah video hasil rekayasa AI sehingga tampak seperti seseorang mengatakan/melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Verifikasi dulu, baru bagikan
Tidak menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya melalui proses verifikasi.
Cantumkan sumber rujukan
Selalu sertakan sumber yang jelas ketika membagikan sebuah informasi.
Bersikap kritis
Tidak mudah terpancing emosi oleh judul atau konten yang provokatif.
Berani mengoreksi diri
Meminta maaf apabila terlanjur membagikan informasi yang keliru.
